Khubah Jum’at: Syarat Di Terimanya Darmabakti -2021

Khubah Jum’at, SYARAT DITERIMANYA AMAL

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.أَمَّا بَعْدُ؛

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah !

Marilah saya bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yg telah berkenan memberikan beraneka keni’matan justru hidayah pada kita, akibatnya kita mampu menabur bajik pada ampas bertempat tinggal ini. Shalawat bersama damai semoga Allah menetapkan jatah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para sahabatnya, dengan para pengikutnya yang loyal dan baik tiba final periode.

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah, yuk kita senantiasa bertaqwa pada Allah lagi sebenar-benar taqwa, melangsungkan komando-pesan Allah sekuat kekuatan kita, bersama menyingkirkan pantangan-laranganNya. Pada giliran yg insya Allah diberkahi Allah ini silakan kita renungkan, dengan jalan apa sekiranya amaliah ditolak sebagaimana yang bakal diuraikan ini.

Marilah saya sadari, dengan mari kita resapi beserta bagus postulat-pendapat ini dia:إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ(19)Sesungguhnya kepercayaan(yang diridhai) pada sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-badan yg sudah diberi Al Kitab selain setelah datang wawasan kepada mereka, karena kesirikan (yg ada) di ganggang mereka. Barangsiapa yang kafir perkara pasal-bab Allah maka sesungguhnya Allah benar-benar lebat hisab-Nya. (QS Ali ‘Imran/ tiga: 19).

Pada bab ini betul-betulketara , bahwa agama yg diridloi,dari perhatian Allah Subhaanahu wa Ta’ala ialah Islam. Maksud diridloi disini yaitu diterima amalnya sebagai kearifan maqbulah ( kebajikan yang terkabul ). Kita diingatkan pula , para ahli kitabbukan hendak sekalipun mereka sudah ingat apa uang dibawa Muhammad Saw.

Dalam pasal yang lain Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman :

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ(85)

Barangsiapa mencari kepercayaanselain agama Islam, dan sampai-sampai adakala tidaklah mau terkabul (kepercayaanitu) daripadanya, lagi dia di akhirat terkandung diri-sendiri yg sedih. (QS Ali ‘Imran/ tiga: 85).

Suatu pembenaran yg tampak, maka kebajikan yg dilakukan oleh kecuali muslim hendak tertolak dan bukan dianggap suatu kebaikan , maupun anggapan manusia menyampaikan bagus, bahkan amalan yang menyimpang mulai doktrin Islam.

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah !Perlu jua saya ketahui , maka andai mereka akan berserah diri apa pun yg dibawa Muhammad Saw., berarti mereka menerima petunjuk , lagi andaikata mereka berpaling , dan sampai-sampai Allah Subhaanahu wa Ta’ala mau memberikan siksaan dalam mereka.Sebagaimana firman-Nya.

َإِنْ ءَامَنُوا بِمِثْلِ مَا ءَامَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ(137)

“ Maka apabila mereka beribadat pada apa pun yg engkau telah beribadat kepadanya, sungguh mereka sudah pernah mendapat kompas; lalu sekiranya mereka beralih, sebenarnya mereka berada berisi permusuhan (beserta kamu). Maka Allah hendak memelihara kau dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah/ dua: 137).

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah !Perhitungan diterimanya amal sang Allah Ta’ala bukanlah menurut lirikan bersama postulat manusia. Lantaran yang telah menaruh wahyu tentang darmabakti yang masuk lalu ditolak itu hanyalah Allah ta’ala, sehingga yg berhak mengadili  lalu membalasnya hanyalah Allah Ta’ala.

Ada kondisi diterimanya amal renggangan lain :

Pertama :Iman, yaitu jika orang yg melakukan amal sholeh itu tak beragama dan sampai-sampai amalnya tertolak, sebab iman yakni syaratnya ,

فَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَانَ لِسَعْيِهِ وَإِنَّا لَهُ كَاتِبُونَ [الأنبياء/94]

“Maka kekayaan siapa yang mengerjakan dedikasi saleh, sebaliknya ia beriman, dan sampai-sampai tak ada pengingkaran perihal amalannya itu bersama sebetulnya Kami membukukan amalannya itu untuknya. “ (QS Al-Anbiyaa’/ 21: 94).

Oleh karenanya, tidaklah terpukau sekiranya kearifan pribadi kafir itu hendak dihapus Allah Subhaanahu wa Ta’ala, sebagaimana firman-Nya.:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَشَاقُّوا الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَى لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا وَسَيُحْبِطُ أَعْمَالَهُمْ()

Sesungguhnya badan-pribadi kafir bersama menghalangi (insan) bermula kiat Allah serta menangkis rasul sesudah haluan itu jelasmereka, mereka bukan berhasil membantu mudharat pada Allah sedikitpun. Dan Allah hendak menghapuskan (pahala) dedikasi-amal mereka. (QS Muhammad/ 47: 32).

إنَّ اللَّهَ تَعَالَى لَا يَظْلِمُ الْمُؤْمِنَ حَسَنَةً يُعْطَى عَلَيْهَا فِي الدُّنْيَا وَيُثَابُ عَلَيْهَا فِي الْآخِرَةِ , وَأَمَّا الْكَافِرُ فَيُعْطَى بِحَسَنَاتِهِ فِي الدُّنْيَا حَتَّى إذَا أَفْضَى إلَى الْآخِرَةِ لَمْ يَكُنْ لَهُ حَسَنَةٌ يُعْطَى بِهَا خَيْرًا

“ Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla bukan mendhalimi pribadi mukmin satu bajik meski, dan sampai-sampai orang mukmin itu diberi beserta aktivitas baiknya (berupa) rizki di dunia, lalu diganjar amal-kebaikannya itu pada akherat. Adapun pribadi kafir dan sampai-sampai diberi (balasan) derma-kebaikannya pada globe kemudian seperti itu habis (kebaikannya) kemudian ke akherat tidak terdapat amal lalu baginya yg bakal diberikan sebagai (sahutan) amal”. (HR Muslim beserta Ahmad).

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah !

Syarat diterimanya mal yang ke 2 ialah Ikhlas , tanpa kesudian apa yang saya lakukan bukan hendak masuk Allah Subhaanahu wa Ta’ala,

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاء وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ ﴿٥﴾

“ Padahal mereka tak disuruh kecuali supaya mengagung-agungkan Allah lalu memurnikan keta`atan kepada-Nya batin (hati) (menjalankan) kepercayaanlalu lurus, lalu agar mereka membentuk shalat lalu melakukan amal; beserta yg begitu itulah agama yg tegak.Ikhlas belaka untuk Allah subhanahu wa ta’ala.” QS. Al Bayyinah : 98: 5

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah !Agar darmabakti yg kita lakukan itu makbul Allah Subhaanahu wa Ta’ala, maka kondisi yg bketiga merupakan mengikuti apa yang sudah pernah dituntunkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Jadi, kondisi diterimanya amal, kecuali iman yaitu ikhlas belakaAllah ta’ala, dengan ikut-ikutan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salallam. Walaupun tulus untuk Allah, tapi kalau tidak ikut-ikutan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Article Categories:
Success

Comments are closed.